Dojo Kana

Minna no Nihongo 1–50 + JFT-Basic A2
SESI LATIHAN AKTIF · PESERTA-001 00:00:00
Dojo Kana
menyiapkan ruang belajar…
Selamat datang kembali

Level 1 · Pemula

0🔥
hari beruntun
0 / 100 XP menuju level 2
📗
0
Kosakata
🈷️
0
Kanji
📐
0
Pola Tata Bahasa
📚
50
Bab MNN

Teman Belajar

Pilih satu buat nemenin kamu belajar — nanti kata-kata semangatnya muncul pas kamu baca Panduan.

Misi Harian

Selesaikan misi untuk dapat bonus XP. Reset tiap hari.

Panduan Belajar

Baca ini dulu sebelum ke tabel interaktif dan kuis. Semua penjelasan dari nol.

📖 Kenapa urutan belajarnya begini?

Urutan di aplikasi ini sengaja disamakan dengan cara buku Minna no Nihongo (buku ajar bahasa Jepang paling umum dipakai di kursus/kampus, termasuk buat persiapan JLPT N5) mengajarkan materinya. Faktanya, buku utama Minna no Nihongo sendiri nggak mengajarkan cara baca hiragana/katakana — itu dianggap prasyarat dan dipelajari lebih dulu lewat buku suplemen terpisah (biasa disebut Kana Nyūmon, "pengantar kana"), baru setelah lancar baca kana, murid masuk ke Bab 1 buku utama.

Pola tiap bab di Minna no Nihongo sendiri konsisten: Kosakata baru → Penjelasan Pola Kalimat/Tata Bahasa → Contoh Kalimat → Percakapan → baru Latihan Soal (Mondai). Nggak pernah dibalik. Makanya tab ini ("Panduan") sengaja diposisikan sebelum tab Kuis — biar kamu nggak dilempar ke soal duluan tanpa penjelasan, sama seperti buku aslinya.

0. Kana NyūmonKuasai hiragana & katakana sampai lancar dulu (tab Panduan + Belajar)
1. KosakataHafal kata-kata baru per topik dulu (tab Kosakata)
2. Tata BahasaPahami pola kalimat & partikel (tab Tata Bahasa)
3. KanjiKanji diperkenalkan bertahap, terintegrasi ke kosakata (tab Belajar)
4. LatihanKartu flash & latihan menulis buat drilling (tab Kartu/Menulis)
5. Simulasi SoalBaru masuk kuis & simulasi format JLPT (tab Kuis)

Apa itu Hiragana?

Oke, pelan-pelan ya. Bahasa Indonesia cuma punya 1 sistem tulisan (huruf A-Z). Bahasa Jepang punya 3 sistem tulisan sekaligus yang dipakai campur dalam satu kalimat: hiragana, katakana, dan kanji. Hiragana ini yang paling dasar dan paling penting dikuasai duluan — semua kata Jepang, termasuk kanji sekalipun, pasti bisa "dituliskan ulang" pakai hiragana kalau perlu. Anggap aja hiragana itu alfabet dasarnya bahasa Jepang.

Hiragana (ひらがな) bentuknya lengkung dan mengalir kayak tulisan tangan sambung. Asal-usulnya dari penyederhanaan tulisan kanji yang ditulis secara kursif/cepat, makanya bentuknya jadi lebih "ringan" dibanding kanji yang penuh garis lurus dan kotak-kotak.

Kenapa hiragana harus dikuasai dulu, sebelum apapun juga?

Karena hiragana dipakai untuk 4 hal penting ini, dan kamu bakal ketemu keempatnya di HAMPIR SETIAP kalimat Jepang:

  • Kata-kata asli Jepang yang nggak punya kanji, atau kanjinya jarang dipakai. Contoh: ありがとう (terima kasih) ditulis full hiragana, gak ada kanjinya.
  • Partikel tata bahasa — kata kecil yang nyambungin kata benda ke kata benda lain, atau nunjukin peran kata dalam kalimat (は, が, を, に, で, dll). Ini yang bikin kalimat Jepang "nyambung", jadi WAJIB dikuasai.
  • Akhiran kata kerja & kata sifat yang berubah-ubah (disebut okurigana). Kanji sendiri gak bisa berubah bentuk, jadi bagian yang berubah-ubah (tergantung waktu/sopan-tidaknya) ditulis pakai hiragana. Contoh: 食 (kanji "makan") + べます (hiragana, berarti "akan makan" bentuk sopan) = 食べます.
  • Furigana — hiragana kecil yang ditulis di atas/samping kanji susah, buat bantu orang yang belum hafal cara baca kanji itu. Anak-anak Jepang sendiri juga masih dibantu furigana pas SD.

Jadi kesimpulannya: kalau hiragana belum lancar, kamu bakal kesulitan baca kalimat Jepang APAPUN, meskipun cuma 1 kanji doang di situ, karena partikel dan akhirannya tetap pakai hiragana. Makanya ini prioritas nomor 1, di atas segalanya.

Struktur dasar — gimana cara "melihat" tabelnya

Total ada 46 karakter dasar yang disebut gojūon (五十音), artinya harfiah "50 bunyi" (walau sebenarnya cuma 46 yang aktif dipakai sekarang, beberapa udah gak dipakai). Cara nyusunnya gampang begitu kamu ngerti polanya:

  • Ada 5 bunyi vokal dasar: a, i, u, e, o (ditulis あ い う え お)
  • Ada 9 baris konsonan: k, s, t, n, h, m, y, r, w — tiap baris konsonan ini digabung dengan 5 vokal tadi. Contoh baris "k": か(ka) き(ki) く(ku) け(ke) こ(ko)
  • Plus 1 karakter tunggal yang berdiri sendiri tanpa vokal: ん (dibaca "n" doang, konsonan sengau)

Jadi logikanya: begitu kamu hafal urutan vokal (a-i-u-e-o) dan hafal satu baris konsonan, baris konsonan lain tinggal "nempelin" pola yang sama. Ini kenapa metode paling efektif adalah hafal per-baris, bukan hafal acak 46 karakter sekaligus — otak kamu bakal lebih gampang nangkep polanya.

Dari 46 karakter dasar ini, ada 3 variasi bunyi tambahan yang wajib kamu tahu:

  • Dakuten (゛) — tanda kayak kutip dua kecil di kanan atas huruf, mengubah bunyi konsonan jadi "bersuara"/lebih berat. Contoh: か (ka) → が (ga), た (ta) → だ (da), さ (sa) → ざ (za). Total ada 20 kombinasi dakuten.
  • Handakuten (゜) — tanda bulatan kecil, cuma ada di baris は doang. Contoh: は (ha) → ぱ (pa). Total ada 5 kombinasi handakuten.
  • Yōon (拗音) — gabungan 2 karakter jadi 1 bunyi: konsonan+i (seperti き, し, ち) digabung dengan ゃ/ゅ/ょ yang ditulis KECIL (bukan ukuran normal). Contoh: き + ゃ(kecil) = きゃ, dibaca "kya" (satu suku kata), BUKAN "ki-ya" (dua suku kata terpisah). Ini penting banget dibedain — banyak pemula salah baca karena ngira itu 2 bunyi.
Aturan baca yang sering bikin bingung pemula (baca pelan-pelan, ini penting!)
AturanContohCara baca
Huruf っ kecil (disebut sokuon) artinya "tahan sebentar", menggandakan konsonan berikutnyaga-k-kou (ada jeda kecil sebelum "k", bukan "ga-kko-u" dibaca cepat)
Vokal panjang di baris あ/い/う ditulis dengan huruf vokal yang sama diulango-ka-a-sa-n (bunyi "a" ditahan lebih lama, dobel panjangnya)
Baris え yang dipanjangkan biasanya nambah い (bukan え lagi)se-n-se-i (bunyi "e" jadi panjang, walau yang ditulis "i")
Baris お yang dipanjangkan biasanya nambah う (bukan お lagi)to-u-kyo-u (2 bunyi panjang dalam 1 kata: "Tookyoo", ini nama kota Tokyo!)
Partikel は dibaca "wa" KHUSUS kalau posisinya jadi penanda topik/subjek kalimatwatashi wa gakusei desu (bukan "ha") — tapi kalau は dipakai di tengah kata biasa, tetap dibaca "ha" normal
Partikel へ dibaca "e" KHUSUS kalau jadi penanda arah tujuangakkou e ikimasu = "pergi ke sekolah" (bukan "he")

Dua aturan terakhir ini (は dan へ) sering bikin pemula bingung karena satu huruf yang sama bisa dibaca beda tergantung fungsinya di kalimat. Jangan khawatir kalau belum langsung ngeh — ini bakal kebiasa sendiri seiring banyak baca contoh kalimat.

Tabel gabungan Yōon lengkap

Pola ini berlaku untuk semua baris konsonan yang berakhiran "i" (k, s, t, n, h, m, r) — jadi kamu cuma perlu hafal 1 pola, tinggal ganti-ganti konsonan depannya.

+ ゃ (ya)+ ゅ (yu)+ ょ (yo)

Perhatikan: し+ゃ dibaca "sha" (bukan "sya"), ち+ゃ dibaca "cha" (bukan "tya"). Ini karena ejaan romaji standar (Hepburn) menyesuaikan bunyi asli, bukan dieja huruf per huruf. Kalau kamu baca romaji "sya" atau "tya" di tempat lain, itu sistem ejaan lama (Kunrei-shiki) — bunyinya tetap sama persis.

Huruf yang sering ketuker pemula (perhatikan baik-baik!)
PasanganBedanya
Hati-hati sudut & jumlah "kaki"-nya — coba tulis pelan-pelan sambil perhatikan urutan coretan (bukan cuma niru bentuk akhirnya doang), karena urutan coretan itu yang bikin bentuknya konsisten & gampang dibaca orang lain
Semuanya punya lengkungan yang mirip-mirip — bedanya ada di sambungan garis di bagian akhir, dan ada/tidaknya "ekor" kecil yang nongol
る punya lingkaran kecil yang nyambung di bagian akhir (kayak ada "ekor melingkar"), ろ ujungnya terbuka lurus aja tanpa lingkaran
ほ punya 1 garis horizontal tambahan di bagian kanan atas yang gak ada di は — kalau ragu, coba hitung jumlah garisnya
わ bagian bawahnya melingkar tertutup, れ bagian bawahnya kayak ada coretan miring yang terbuka ke kanan bawah
Cara paling efektif buat mulai menghafal
  1. Mulai dari baris あ行 (a,i,u,e,o) — cuma 5 huruf, gampang, dan ini "kunci" buat semua baris lain
  2. Lanjut 1 baris per hari/sesi (か行, さ行, た行, dst) — jangan langsung 46 sekaligus, otak gampang overload
  3. Tiap baris baru, ulang dulu baris-baris sebelumnya sebelum lanjut, biar gak lupa
  4. Setelah 46 dasar lancar, baru masuk dakuten/handakuten (cuma nambah "titik/lingkaran kecil" ke huruf yang udah kamu hafal, jadi harusnya cepat)
  5. Terakhir baru yōon (gabungan kecil) — ini paling gampang kalau 2 tahap sebelumnya udah kuat
  6. Pakai tab Kartu Flash dan Latihan Menulis di aplikasi ini buat drilling harian — jangan cuma baca tabel doang, karena membaca ≠ hafal
💡 Tips: Jangan buru-buru pindah ke katakana/kanji sebelum hiragana kamu benar-benar lancar (bisa langsung baca tanpa mikir lama). Ini fondasi paling dasar — kalau digampangin di awal, semua tahap belajar selanjutnya bakal kerasa jauh lebih berat.

Apa itu Katakana?

Kabar baiknya dulu: kamu gak perlu belajar bunyi baru lagi di bagian ini. Katakana (カタカナ) punya bunyi yang 100% persis sama dengan hiragana — ka tetap ka, sa tetap sa, ta tetap ta. Yang beda cuma bentuk tulisannya aja: katakana lebih kaku, lurus, dan bersudut tegas (mirip huruf balok), sedangkan hiragana lebih lengkung mengalir. Jadi begitu hiragana lancar, belajar katakana jauh lebih cepat karena kamu tinggal belajar "wajah baru" dari bunyi yang udah kamu kenal.

Yang justru penting dipahami adalah: kapan katakana dipakai, bukan hiragana. Katakana punya fungsi yang beda total dari hiragana:

  • Kata serapan dari bahasa asing (disebut gairaigo), misal コーヒー (kōhī = coffee/kopi), テレビ (terebi = televisi), パソコン (pasokon = personal computer)
  • Nama orang/tempat asing (bukan Jepang), misal インドネシア (Indonesia), ジャカルタ (Jakarta) — tapi nama Jepang sendiri tetap pakai kanji/hiragana
  • Onomatope / bunyi-bunyian dan kata ekspresif, misal ワンワン (wan wan = suara gonggongan anjing), ドキドキ (doki doki = suara/rasa jantung berdebar)
  • Penekanan kata, mirip fungsi huruf miring/italic atau HURUF KAPITAL di tulisan Indonesia — buat nekenin kata tertentu di kalimat
  • Istilah sains/teknis, nama spesies hewan-tumbuhan di buku pelajaran atau ensiklopedia, walau ini di luar cakupan N5

Kalau kamu ketemu kata yang "berasa asing" tapi ditulis pakai huruf Jepang berbentuk kaku, hampir pasti itu katakana dan kata serapan.

Struktur dasar — sama persis dengan hiragana

Sama kayak hiragana: 46 karakter dasar (gojūon) + dakuten/handakuten + yōon, dengan bunyi yang identik. Bedanya cuma di goresannya. Karena katakana dipakai buat "niru" bunyi bahasa asing, dia juga punya beberapa kombinasi TAMBAHAN yang gak ada di hiragana — soalnya bahasa Jepang asli emang gak punya bunyi-bunyi itu.

AturanContohCara baca
Vokal panjang ditulis pakai garis datar ー (bukan huruf vokal seperti di hiragana)kē-ki (cake/kue) — garis ー artinya "tahan bunyi vokal sebelumnya lebih lama"
っ kecil (sokuon) tetap berlaku sama persis seperti di hiraganabe-d-do (bed/tempat tidur)
ン di akhir kata, bunyinya nempel ke suku kata sebelumnyapan (bread/roti) — bukan "pa-n" dua suku kata terpisah
Kombinasi khusus buat niru bunyi asing (lengkap)

Ini bagian yang bikin katakana "canggih" — bisa niru bunyi yang aslinya gak ada dalam sistem bunyi bahasa Jepang, dengan cara gabung 2 karakter (1 normal + 1 kecil).

KombinasiBunyiContoh kata
fa fi fe foファン (fan/kipas atau penggemar)
ti tuパーティー (party/pesta)
di duディズニー (Disney)
wi we woウェブ (web)
va vi vu ve voヴァイオリン (violin)
je she cheチェック (check/memeriksa)

Di level N5, kamu belum wajib banget hafal semua kombinasi ini di luar kepala — cukup TAHU bahwa ini ada, biar kalau ketemu di kata serapan, kamu gak kaget dan bisa nebak cara bacanya.

Hati-hati: kata serapan gak selalu berarti sama persis dengan bahasa aslinya!

Ini jebakan klasik buat pemula — banyak kata katakana yang KELIHATAN kayak bahasa Inggris, tapi artinya udah bergeser di Jepang. Ini disebut wasei-eigo (bahasa Inggris buatan Jepang):

Kata katakanaKelihatan kayakArti sebenarnya di Jepang
"mansion" (rumah mewah)Apartemen/kondominium biasa, bahkan yang kecil
"salary man"Karyawan kantoran laki-laki secara umum
"viking"Makan prasmanan/buffet (asalnya dari nama restoran)
Huruf katakana yang sering ketuker
PasanganBedanya
シ coretannya lebih vertikal & ekornya melengkung ke atas; ツ lebih horizontal & ekornya melengkung ke bawah — bayangin シ kayak "kurung buka miring" dan ツ kayak "senyum kecil"
Arah goresan titik/ekornya kebalikan — ソ digambar dari kiri-atas turun ke kanan-bawah, ン dari kanan-atas turun ke kiri-bawah
ワ punya sudut yang lebih terbuka lebar & ada "kaki" tambahan di kiri bawah yang gak dimiliki ク
Bentuknya emang mirip tapi beda konteks total — ヲ jarang dipakai kecuali sebagai partikel, jarang muncul di kata biasa
💡 Tips: Kalau ketemu kata yang "berasa asing" tapi ditulis huruf Jepang, coba ucapkan keras-keras dengan logat Jepang (bukan logat Inggris) — sering kali itu memang kata bahasa Inggris yang disesuaikan bunyinya. Contoh: マクドナルド dibaca "Makudonarudo" = McDonald's. Butuh latihan lidah biar kebiasa dengan cara "Jepang-in" kata asing kayak gini.

Apa itu Kanji (level N5)?

Ini bagian yang paling sering bikin orang takut belajar Jepang, padahal kalau dipahami konsepnya dulu, sebenarnya cukup masuk akal. Kanji (漢字) adalah aksara yang diadopsi dari huruf Tionghoa ribuan tahun lalu. Bedanya sama hiragana/katakana yang cuma mewakili BUNYI (kayak alfabet biasa), setiap kanji mewakili MAKNA/IDE secara langsung. Jadi satu simbol bisa langsung "berarti" sesuatu tanpa perlu dieja huruf per huruf. Contoh: 山 langsung berarti "gunung" — bukan cuma kumpulan bunyi "y-a-m-a".

Kenapa ini penting dipahami dari awal? Karena ini artinya kanji itu beda cara belajarnya dari hiragana/katakana. Hiragana/katakana kamu hafal BUNYI-nya doang (46 bunyi, selesai). Kanji kamu harus hafal BENTUK + MAKNA + minimal 1 CARA BACA sekaligus, per karakter. Makanya kanji terasa lebih berat — bukan karena lebih susah secara konsep, tapi karena informasinya lebih banyak per karakter.

Dua jenis cara baca — ini yang paling sering bikin bingung, jadi baca pelan-pelan

Hampir semua kanji punya MINIMAL 2 cara baca berbeda tergantung situasinya:

  • Onyomi (音読み) — cara baca yang diserap dari bahasa Tionghoa kuno (makanya kadang mirip-mirip bunyi Mandarin/Hokkien). Biasanya dipakai SAAT kanji itu digabung dengan kanji lain jadi 1 kata (disebut kata majemuk). Contoh: 学校 (gakkō = sekolah) — kanji 学 dibaca "gaku" (onyomi) dan 校 dibaca "kō" (onyomi), digabung jadi "gakkō".
  • Kunyomi (訓読み) — cara baca asli Jepang, sebelum orang Jepang punya sistem tulisan sendiri, mereka "nempelin" bunyi asli Jepang ke simbol Tionghoa yang maknanya cocok. Biasanya dipakai saat kanji berdiri sendiri, sering diikuti hiragana kecil di belakangnya (disebut okurigana). Contoh: 学ぶ (manabu = belajar) — 学 di sini dibaca "mana" (kunyomi), beda total dari "gaku" tadi!

Jadi kanji yang SAMA (学) bisa dibaca "gaku" ATAU "mana" tergantung dipakai sendirian atau digabung kanji lain. Ini bukan pengecualian aneh — ini memang polanya. Aturan kasar yang bisa jadi patokan awal: kanji sendirian + hiragana di belakang = kemungkinan besar kunyomi. Kanji + kanji langsung nempel tanpa hiragana di antaranya = kemungkinan besar onyomi. Ini gak 100% berlaku selalu, tapi cukup membantu buat nebak di awal-awal belajar.

Satu kanji bahkan bisa punya LEBIH dari satu onyomi dan lebih dari satu kunyomi (beberapa kanji populer punya 5-10 cara baca berbeda!). Jangan panik ngeliat itu — di level N5, kamu cuma perlu hafal 1-2 bacaan PALING UMUM per kanji dulu, itu udah lebih dari cukup.

Radikal (bushu) — "potongan puzzle" penyusun kanji

Kanji yang kelihatan rumit sebenarnya tersusun dari komponen-komponen kecil berulang yang disebut radikal (部首, bushu). Radikal ini sering ngasih PETUNJUK soal makna/kategori kanji tersebut — jadi walau kamu belum pernah lihat kanji itu, kadang kamu bisa nebak kira-kira dia berhubungan sama apa. Contoh: kanji dengan radikal 氵(air) di kiri hampir selalu berhubungan sama air/cairan, kayak 海 (laut) atau 泳 (berenang). Mikir pakai radikal ini bikin kanji berasa kayak nyusun puzzle dari potongan yang udah kamu kenal, bukan ngafalin gambar random dari nol tiap kali.

Kenapa urutan coretan (stroke order) itu penting, bukan sekadar formalitas?

Urutan penulisan kanji itu baku/tetap, bukan bebas semau kamu. ini penting karena 3 alasan konkret:

  • Tulisan tangan jadi rapi & proporsional — kalau urutannya salah, bentuk akhirnya sering jadi miring/gak seimbang walau "kelihatan mirip"
  • Memudahkan cari kanji di kamus fisik/aplikasi — banyak kamus kanji disusun berdasar jumlah coretan, jadi kalau kamu tau cara hitung coretannya dengan benar, nyari kanji asing jadi jauh lebih cepat
  • Membantu otot-ingatan (muscle memory) — banyak orang justru lebih gampang inget kanji lewat GERAKAN TANGAN nulisnya berulang-ulang, dibanding cuma liatin bentuknya doang. Ini kenapa tab Latihan Menulis di aplikasi ini penting dipakai, bukan cuma dilewatin
Kanji di level N5 — cakupannya sebenarnya gak seluas yang dibayangkan

Kanji N5 adalah kanji paling dasar dari yang paling dasar: angka (一二三...), hari dalam seminggu (日月火水木金土), keluarga (父母), waktu (今年), arah/posisi (上下左右), dan kata kerja/sifat yang paling sering dipakai sehari-hari (大小高安). Silabus resmi JLPT N5 sebenarnya gak pernah dipublikasikan sebagai daftar baku oleh penyelenggaranya — beda penerbit buku textbook kadang punya jumlah yang sedikit beda-beda (biasanya berkisar 100-ish kanji), tapi aplikasi ini sudah mencakup kanji inti yang paling sering keluar dan paling sering dipakai di kata sehari-hari, jadi cukup solid buat fondasi awal.

Radikal umum yang sering muncul di kanji N5
RadikalMaknaContoh kanji
Air / cairan泳 (berenang), 海 (laut)
Orang休 (istirahat), 何 (apa)
Matahari / hari時 (waktu), 明 (terang)
Pohon / kayu校 (sekolah), 林 (hutan kecil)
Kata / bicara語 (bahasa), 話 (bicara)
Tangan持 (bawa), 打 (pukul)
Berjalan / bergerak道 (jalan), 週 (minggu)
Atap / rumah安 (aman/murah), 字 (huruf)
Mulut名 (nama), 只 (hanya)
Aturan umum urutan coretan (筆順, hitsujun)
  • Atas dulu, baru bawah
  • Kiri dulu, baru kanan
  • Horizontal dulu, baru vertikal (kalau ada garis yang saling berpotongan)
  • Coretan yang "menembus" tengah dari atas ke bawah biasanya digambar paling akhir
  • Bingkai/kotak luar digambar dulu sebelum isi di dalamnya, tapi garis penutup bagian bawah bingkai digambar belakangan (setelah isinya selesai)
  • Coretan diagonal dari kiri-atas ke kanan-bawah biasanya duluan dari yang arah sebaliknya

Aturan ini kedengaran banyak, tapi begitu kamu praktik langsung sambil nulis di tab Latihan Menulis, biasanya kerasa "natural" sendiri — tangan cenderung otomatis ngikutin pola ini kalau kamu tulis pelan-pelan dan perhatikan contohnya.

Kanji dalam kata majemuk (jukugo) — di sinilah kanji "hidup" sebenarnya

Kanji HAMPIR GAK PERNAH berdiri sendiri di kalimat nyata sehari-hari — biasanya digabung 2 kanji atau lebih jadi satu kata utuh (disebut 熟語, jukugo), dan begitu digabung, biasanya cara bacanya pakai onyomi keduanya. Contoh gabungan yang sering keluar di N5:

GabunganBacaArti
senseiguru
gakuseimurid/mahasiswa
mainichisetiap hari
tenkicuaca
toshokanperpustakaan
tanjoubihari ulang tahun

Ini kenapa strategi paling efektif belajar kanji adalah: jangan hafal 1 kanji sendirian, tapi hafal LEWAT kata majemuk yang sering dipakai. Kamu dapat 3 hal sekaligus dalam 1 kali hafalan: bentuk kanji, cara baca, DAN artinya dalam konteks nyata.

Kanji punya "kekerabatan bunyi" — kadang bunyi berubah dikit demi kelancaran ucapan

Kadang pas 2 kanji digabung, bunyi awal kanji kedua berubah jadi "bersuara" (dapat dakuten) biar lebih enak diucapkan. Ini disebut rendaku. Contoh: 花 (hana=bunga) + 火 (hi=api) harusnya jadi "hanahi", tapi yang bener diucapkan 花火 = hanabi (kembang api) — huruf "h" berubah jadi "b". Ini sering bikin bingung karena kelihatan gak konsisten, tapi memang begitu adanya dan harus dihafal per kata, bukan ditebak polanya.

💡 Tips: Jangan hafal kanji sebagai gambar lepas kayak ngafalin lukisan abstrak. Hafal lewat kata/kalimat contoh (misalnya 大きい = besar, bukan cuma kanji 大 doang), biar sekalian dapat bacaan, arti, DAN konteks pemakaiannya dalam satu kali usaha. Kalau di tengah jalan ketemu kanji yang belum kamu tau, coba tebak dulu dari radikalnya sebelum langsung cari artinya — ini melatih "insting" kanji kamu makin lama makin tajam.

Cara Kerja Kosakata Jepang

Banyak orang langsung buka daftar kosakata dan mulai hafalin kata satu-satu kayak hafalin daftar belanjaan. Itu cara yang kurang efektif. Sebelum hafalin kata, penting paham dulu susunan kalimatnya, karena struktur Jepang beda TOTAL sama Bahasa Indonesia/Inggris. Kalau strukturnya udah kebayang, kata-kata baru yang kamu hafal otomatis "punya tempat" buat dipasang, bukan sekadar kata lepas yang gak tau cara makenya.

Urutan kalimat: Subjek - Objek - Predikat (SOV)

Bahasa Indonesia/Inggris pakai pola SVO — Subjek-Verba-Objek (Saya makan nasi: Saya=subjek, makan=verba, nasi=objek). Bahasa Jepang pakai pola SOV — Subjek-Objek-Verba. Bedanya cuma di posisi kata kerja: di Jepang, kata kerja SELALU nongol di paling akhir kalimat, gak peduli sepanjang apa kalimatnya.

BagianKeterangan
Topik + partikel"saya" sebagai topik pembicaraan (partikel は dibaca "wa" di sini)
Objek + partikel"nasi" sebagai objek yang kena aksi
Predikat (kata kerja, di akhir)"makan" — selalu di posisi paling akhir, gak peduli seberapa banyak kata sebelumnya

Susunan lengkap: わたしは ごはんを たべます = "Saya makan nasi" (secara harfiah: "Saya[topik] nasi[objek] makan"). Karena kata kerja di akhir, kamu sering harus dengar/baca sampai selesai baru tahu maksud kalimatnya secara utuh — beda banget dengan bahasa yang kata kerjanya di depan, di mana kamu udah tau "aksi"nya dari awal kalimat.

Kenapa ini penting banget dipahami dari awal? Karena begitu kamu ngerti pola ini, kamu bisa "nebak" struktur kalimat Jepang APAPUN meskipun banyak kata yang belum kamu kenal — kamu tinggal cari: mana topiknya (biasanya diikuti は), mana objeknya (biasanya diikuti を), dan kata kerja di ujung kalimat. Ini kerangka yang bakal kepake terus sepanjang belajar Jepang.

Kata benda nggak berubah bentuk sama sekali

Kabar baiknya buat ngimbangin susahnya SOV: kata benda (nomina) di Jepang nggak punya bentuk jamak, gender, atau kasus seperti di beberapa bahasa Eropa (bandingkan sama bahasa Inggris yang punya "book" vs "books", atau bahasa Prancis yang punya gender kata benda). 本 (hon) selalu berarti "buku" — mau itu satu buku atau seratus buku, tulisannya SAMA PERSIS. Jumlahnya baru ditentukan dari angka/counter yang menyertainya (lihat bagian Angka & Satuan di bawah), bukan dari perubahan bentuk kata bendanya sendiri. Ini artinya begitu kamu hafal 1 kata benda, kamu gak perlu hafal "versi jamaknya" lagi — hemat banget dari sisi hafalan.

Partikel — "lem" yang nyambungin semua kata dalam kalimat

Partikel adalah kata-kata kecil (biasanya 1 huruf hiragana) yang ditaruh SETELAH kata benda, buat nunjukin peran kata itu dalam kalimat. Tanpa partikel, orang Jepang gak akan tau mana yang subjek, mana yang objek, dst — karena Jepang gak punya tanda kasus lewat perubahan bentuk kata kayak bahasa lain. Ini daftar partikel paling penting buat mulai:

PartikelFungsi
Penanda topik utama kalimat — "tentang apa yang mau dibahas"
Penanda subjek, sering dipakai pas memperkenalkan info baru
Penanda objek langsung yang kena aksi kata kerja
Penanda waktu spesifik, tujuan, atau arah
Penanda tempat terjadinya aksi, atau alat/cara
Penanda kepemilikan, kayak tanda ' s dalam Inggris

Beda antara は dan が ini sering bikin bingung pemula: は dipakai kalau topiknya udah jelas/diketahui bersama ("ngomongin soal si A..."), が dipakai kalau ini info yang baru pertama kali disebut/ditekankan. Contoh: わたしは がくせいです (saya [sebagai topik yang sudah jelas] adalah murid) vs だれが きましたか (siapa [pertanyaan tentang subjek baru] yang datang). Ini butuh waktu buat kebiasa, jangan stres kalau belum langsung ngeh — lama-lama insting bahasa kamu bakal tajam sendiri.

Kata tunjuk — pola こ/そ/あ yang konsisten

Jepang punya sistem kata tunjuk yang sangat rapi & konsisten, berdasar JARAK dari pembicara:

AwalanJarak
こ (ko)Dekat pembicara
そ (so)Dekat lawan bicara
あ (a)Jauh dari keduanya
ど (do)Kata tanya (mana?)

Pola ini SELALU konsisten di semua turunan katanya (こんな/そんな/あんな=jenis begini/begitu, こちら/そちら/あちら=arah sini/situ/sana yang lebih sopan). Sekali kamu paham logikanya, tinggal ganti-ganti huruf depannya doang — mirip pola gojūon di hiragana.

Hati-hati satu hal: これ/それ/あれ dipakai kalau berdiri SENDIRI ("ini apa?"), tapi kalau diikuti kata benda langsung, bentuknya berubah jadi この/その/あの (contoh: この ほん = "buku ini", bukan "これ ほん"). Ini perbedaan yang sering ketuker pemula.

Kategori kosakata yang perlu prioritas duluan
  • Kata ganti & sapaan — わたし, あなた, こんにちは, ありがとう (dasar buat mulai percakapan apa pun)
  • Kata tunjuk — これ/それ/あれ, ここ/そこ/あそこ (lihat tabel di atas)
  • Kata tanya — なに(apa), だれ(siapa), どこ(di mana), いつ(kapan), どう(bagaimana), どうして(kenapa) — ini fondasi buat bisa nanya apa pun
  • Kata kerja aksi sehari-hari — たべる(makan), のむ(minum), いく(pergi), くる(datang), みる(melihat), する(melakukan) — kata kerja paling sering dipakai di kalimat pemula
  • Kata sifat dasar — おおきい/ちいさい (besar/kecil), あつい/さむい (panas/dingin), たかい/やすい (mahal/murah) — biasanya dipasangkan dengan lawan katanya biar sekaligus hafal 2
💡 Tips: Jangan hafal kata lepas tanpa konteks. Hafal dalam bentuk frasa pendek (misalnya "ごはんを たべます" bukan cuma "たべる" doang), biar sekaligus kebiasa sama partikel yang menyertainya. Di soal N5, salah pilih partikel jauh lebih sering bikin salah dibanding salah kosakata itu sendiri — jadi latihan partikel sama pentingnya dengan hafal kata baru.
Kosakata keluarga (kazoku) — hati-hati, ada 2 versi tergantung siapa yang dibicarakan!

Ini salah satu kejutan buat pemula: Jepang punya kata BEDA buat menyebut anggota keluarga SENDIRI vs anggota keluarga ORANG LAIN, sebagai bentuk kesopanan (merendahkan keluarga sendiri, meninggikan keluarga orang lain).

Anggota
Ayah
Ibu
Kakak laki-laki
Kakak perempuan
Adik laki-laki
Adik perempuan

Kalau ngomongin keluarga sendiri ke orang lain, pakai kolom kiri (ちち, はは...). Kalau nanya/ngomongin keluarga LAWAN bicara, pakai kolom kanan yang lebih sopan (おとうさん, おかあさん...). Salah pakai bukan salah tata bahasa fatal, tapi kedengaran kurang sopan.

Warna (iro)

Perhatikan: あか, しろ, くろ, あお sebenarnya juga bisa jadi kata sifat -i (あかい=merah, しろい=putih, くろい=hitam, あおい=biru) kalau langsung diikuti kata benda atau di akhir kalimat sebagai predikat. Tapi きいろ dan みどり HARUS pakai の kalau mau nempel ke kata benda (きいろの はな = bunga kuning), gak bisa langsung "きいろい" secara alami dalam pemakaian standar.

Anggota tubuh (karada)
Kata penunjuk posisi/tempat — penting buat deskripsi lokasi

Buat bilang di mana suatu benda berada, biasanya dipakai pola: [Benda1] の [posisi] に [Benda2] が あります/います. Contoh: つくえの うえに ほんが あります (Ada buku di atas meja).

Kata keterangan frekuensi — buat cerita kebiasaan
ArtiArti
selalubiasanya
kadang-kadangsesekali
jarang (butuh negatif)sama sekali tidak (butuh negatif)

Perhatikan: あまり dan ぜんぜん WAJIB dipasangkan dengan kata kerja bentuk NEGATIF di akhir kalimat (~ません). Kalau lupa negatifnya, artinya jadi salah/aneh. Contoh benar: あまり たべません (jarang makan). Salah: あまり たべます.

Frasa belanja — praktis buat percakapan sehari-hari
Arti
Tolong (berikan) ini
Berapa harganya?
Mahal / murah
Ini apa?
Musim (kisetsu)

Dasar Konjugasi Jepang

Ini bagian yang paling "berbeda" dari bahasa Indonesia. Di Bahasa Indonesia, kata kerja gak berubah bentuk sama sekali — "makan" tetap "makan" mau kemarin, sekarang, atau besok (tinggal tambah kata "sudah"/"akan" di depannya). Di Jepang, kata kerja dan kata sifat justru berubah AKHIRANNYA tergantung waktu (sekarang/lampau) dan bentuk (positif/negatif). Ini pola paling dasar yang wajib dikuasai sebelum bisa baca kalimat apa pun dengan lancar — kalau di tahap ini masih bingung, semua kalimat bakal kerasa kayak teka-teki terus.

3 kelompok kata kerja — kenapa harus dikelompokkan?

Cara "mengubah" kata kerja Jepang beda-beda tergantung kelompoknya. Makanya langkah pertama sebelum konjugasi apa pun: kamu harus tau dulu kata kerja itu masuk kelompok mana.

KelompokCiri
Godan (kelompok 1)Bentuk kamus (asli, belum dikonjugasi) berakhiran bunyi -u selain -iru/-eru tertentu. Ini kelompok paling banyak jumlahnya.
Ichidan (kelompok 2)Bentuk kamus berakhiran -iru atau -eru (dengan pengecualian tertentu yang sebenarnya godan, tapi di N5 belum perlu dipikirkan)
Fukisoku (kelompok 3 / tidak beraturan)Cuma ada 2 kata kerja yang masuk sini di seluruh bahasa Jepang, jadi tinggal hafal luar kepala

Kabar baiknya: kamu gak perlu langsung hafal cara "menentukan" kelompok dari teori linguistik. Di level N5, biasanya kamu belajar kata kerja LANGSUNG dalam bentuk ~masu-nya (bentuk sopan), jadi kelompok ini lebih penting dipahami buat tahap belajar selanjutnya (N4 ke atas) ketika kamu mulai belajar bentuk kamus dan bentuk-te.

Bentuk ~masu (sopan) — 4 variasi wajib buat percakapan sehari-hari

Bentuk ~masu adalah bentuk SOPAN kata kerja, yang dipakai di percakapan formal, sama orang yang belum akrab, atau di tulisan resmi. Ini bentuk yang paling sering kamu pakai & temui di level N5.

Bentuk
Sekarang/akan (+)
Sekarang/akan (−)
Lampau (+)
Lampau (−)

Cara buatnya beda per kelompok: Ichidan tinggal BUANG る di akhir, lalu tambah ~ます (たべ→たべ→たべます). Godan ganti bunyi akhir dari baris "u" jadi baris "i", baru tambah ~ます (の→の→のみます — perhatikan む jadi み). Kalau kamu udah lancar hiragana gojūon, perubahan bunyi ini gampang ditebak karena tinggal geser satu kolom di tabel yang sama.

Perlu diingat juga: bentuk "sekarang/akan" (~ます) sebenarnya dipakai untuk 2 makna sekaligus — aksi yang terjadi SEKARANG (kebiasaan) ATAU aksi yang AKAN terjadi (masa depan). Bahasa Jepang gak punya bentuk kata kerja terpisah khusus buat "akan", konteks kalimat yang menentukan maknanya.

Kata sifat -i vs -na — dua "jenis" kata sifat yang beda cara konjugasinya

Jepang punya 2 KATEGORI kata sifat yang konjugasinya beda total. Kamu harus tau dulu suatu kata masuk kategori mana sebelum bisa mengonjugasikannya dengan benar.

Bentuk
Positif sekarang
Negatif sekarang
Positif lampau
Negatif lampau
Sebelum kata benda

Kata sifat -i (i-adjective) SELALU berakhiran huruf い, dan dia konjugasi SENDIRI tanpa perlu です sebagai penanda waktu — です di akhir cuma buat kesopanan, bukan penentu waktu (perhatikan: おおきかったです, perubahan waktunya ada di おおき→おおきかった, bukan di です-nya). Kata sifat -na (na-adjective) justru KEBALIKANNYA — dia sendiri gak berubah bentuk, yang berubah adalah です di belakangnya (mirip pola kata benda biasa). Ciri gampang: kalau kata sifatnya "terasa" kayak kata serapan/abstrak (げんき=sehat, きれい=cantik/bersih, しずか=tenang), biasanya itu na-adjective, walau ada pengecualian juga jadi tetap perlu dihafal per kata.

Pola kalimat paling dasar buat pemula
PolaArti
KataBenda は KataBenda ですSaya adalah murid
KataBenda は KataSifat ですIni besar
KataBenda は KataKerja~ますSaya belajar setiap hari
KataBenda1 は KataBenda2 じゃないですIni bukan buku
います vs あります — dua kata "ada" yang gak boleh ketuker

Bahasa Indonesia cuma punya 1 kata "ada", tapi Jepang punya 2 kata beda tergantung yang "ada"-nya itu benda HIDUP atau MATI. Ini sering keluar di soal N5 dan gampang salah kalau belum ngeh polanya.

KataDipakai untukArti
Makhluk hidup — orang, hewanAda anjing di halaman
Benda mati — barang, bangunan, tumbuhanAda buku di meja

Cara gampang inget: います = makhluk yang bisa GERAK SENDIRI (orang, hewan), あります = benda yang DIAM (barang, tumbuhan — walau tumbuhan "hidup" secara biologi, dalam tata bahasa Jepang tetap masuk kategori あります). Pola kalimatnya: [Tempat]に [Benda]が い/あります.

Kata sambung dasar buat gabungin 2 kalimat
Kata sambungArti
dan, lalu (menyambung 2 kalimat berurutan)
tapi, namun
makanya, karena itu
setelah itu, kemudian

Di level N5, kata sambung ini biasanya dipakai buat menyambung 2 KALIMAT TERPISAH (masing-masing diakhiri titik), bukan disisipkan di tengah 1 kalimat panjang. Ini pola paling aman buat pemula sebelum belajar gabungan kalimat yang lebih rumit di level berikutnya.

💡 Tips: Fokus hafal bentuk ~ます dulu sampai benar-benar lancar (paling sering dipakai di percakapan sopan sehari-hari & hampir semua soal N5 pakai bentuk ini). Bentuk kamus/futsūkei (bentuk kasar/informal) baru penting kalau sudah lanjut ke N4 — jangan buru-buru ke sana sebelum yang dasar ini benar-benar solid.
Bentuk ~te (て形) — "kunci utama" buat banyak pola lanjutan

Ini bentuk kata kerja yang paling sering dipakai selain ~ます, karena jadi dasar buat banyak pola lain (minta tolong, izin, larangan, aksi berlangsung). Cara bikinnya beda per kelompok kata kerja:

KelompokAturan
IchidanBuang る, tambah て
Godan (akhiran う/つ/る)Ganti jadi って
Godan (akhiran む/ぶ/ぬ)Ganti jadi んで
Godan (akhiran く)Ganti jadi いて
Godan (akhiran ぐ)Ganti jadi いで
Godan (akhiran す)Ganti jadi して
Tidak beraturanHafal langsung

Kelihatan banyak aturan, tapi begitu sering latihan, pola bunyinya jadi kebiasa sendiri. Kabar baiknya: begitu bentuk ~te dikuasai, kamu langsung bisa pakai SEMUA pola di bawah ini tanpa perlu belajar konjugasi baru lagi.

Pola pakai ~teArti
~てくださいtolong lakukan (sudah dibahas di atas)
~ていますsedang melakukan / kebiasaan rutin
~てもいいですboleh melakukan (izin)
~てはいけませんtidak boleh/dilarang
Ajakan: ~ましょう & ~ませんか
PolaArti
~ましょうAyo (mengajak dengan semangat)
~ませんかMau gak...? (mengajak lebih sopan/menawarkan)

Cara bikin gampang: ganti akhiran ~ます jadi ~ましょう atau ~ませんか. たべます→たべましょう/たべませんか.

Jebakan: すき/きらい/じょうず/へた/わかる pakai partikel が, bukan を!

Beberapa kata yang KELIHATAN seperti kata kerja biasa (butuh objek pakai を) ternyata secara tata bahasa lebih mirip kata sifat, jadi objeknya pakai . Ini salah satu jebakan paling sering keluar di soal N5.

Arti
Suka bahasa Jepang
Mahir bahasa Inggris
Mengerti bahasa Jepang

Cara gampang inget: すき、きらい、じょうず、へた、わかる、ほしい — semuanya menjelaskan "keadaan/perasaan terhadap sesuatu", bukan "aksi terhadap sesuatu", jadi ikut pola kata sifat (pakai が) bukan pola kata kerja aksi (yang pakai を).

あげます・もらいます・くれます — pola memberi & menerima yang gampang ketuker

Ini salah satu bagian paling sering bikin bingung karena tergantung SUDUT PANDANG siapa yang ngasih dan siapa yang nerima. Ada 3 kata kerja beda buat "memberi/menerima" tergantung arahnya:

Kata kerjaDipakai kalau
SAYA (atau orang lain) memberi ke ORANG LAIN (bukan ke saya)
Orang lain memberi ke SAYA (atau ke kelompok saya)
SAYA menerima dari siapa pun (fokus di sisi penerima)

Jebakan paling umum: kalau yang menerima itu SAYA, WAJIB pakai くれます, bukan あげます — meskipun secara arti kelihatan "sama-sama ngasih". Coba bandingkan 2 kalimat di atas (ともだちは わたしに...) — itu kuncinya: kalau penerimanya "saya", pakai くれる.

できます — menyatakan bisa/mampu melakukan sesuatu

Pola paling simpel buat bilang "bisa": [Hal] が できます.

Arti
Bisa/mampu berbahasa Jepang
Bisa memasak
Tidak bisa menyetir

Perhatikan lagi: できます juga ikut pola "が bukan を" sama kayak すき/じょうず/わかる yang udah dibahas di atas — karena secara makna dia juga "menjelaskan kemampuan", bukan aksi langsung.

なにか/だれか/どこか vs なにも/だれも/どこも

Kata tanya (なに, だれ, どこ) kalau ditambah か artinya jadi "sesuatu/seseorang/suatu tempat" yang belum pasti. Kalau ditambah も dan dipasangkan kalimat NEGATIF, artinya jadi "tidak ada apa-apa/siapa-siapa/di mana-mana".

Pola +か (belum pasti)ArtiPola +も +negatifArti
Mau makan sesuatu?Tidak makan apa-apa
Ada seseorang?Tidak ada siapa-siapa
Mau pergi ke suatu tempat?Tidak pergi ke mana-mana
Perbandingan: より & どちら
PolaArti
A は B より [sifat] ですA lebih [sifat] dibanding B
A と B と どちらが [sifat] ですかAntara A dan B, mana yang lebih [sifat]?

Angka & Kata Bantu Bilangan (Josūshi)

Ini sering dianggap bagian TERSULIT di N5, tapi sebenarnya bukan susah secara konsep — cuma butuh hafalan yang cukup banyak karena banyak pengecualian. Jepang punya 2 sistem angka berbeda yang dipakai bergantian tergantung situasi:

  • Angka asli Jepang (wago) — cuma ada sampai 10, dipakai buat menghitung benda generik tanpa counter khusus
  • Angka serapan Tionghoa (kango) — gak terbatas jumlahnya (1 sampai jutaan), dan ini yang dipakai bareng counter/josūshi buat menghitung jenis benda spesifik

Angka serapan inilah yang paling sering kamu pakai sehari-hari: いち(1) に(2) さん(3) し/よん(4) ご(5) ろく(6) しち/なな(7) はち(8) きゅう/く(9) じゅう(10). Perhatikan beberapa angka punya 2 cara baca (4 dan 7 dan 9) — pemilihannya tergantung kata yang mengikutinya, sering ditentukan supaya lebih enak diucapkan atau menghindari kata yang bunyinya mirip kata "kematian" (死=shi) untuk angka 4.

Angka asli Jepang (1-10, dipakai untuk benda generik apa aja)
12345
678910

Angka jenis ini paling gampang dipakai karena berdiri sendiri tanpa perlu counter tambahan — cocok buat menghitung APA AJA yang gak ada counter khususnya (misalnya menghitung barang random di meja). Tapi begitu lewat 10, sistem ini berhenti dan kamu HARUS pindah ke angka serapan + counter.

Angka 11 ke atas — polanya beraturan dan gampang setelah 1-10 dikuasai
AngkaLogika
1110 + 1 (じゅう+いち)
202 x 10 (に+じゅう)
252x10 + 5 (にじゅう+ご)
100satuan baru
1000satuan baru
10000satuan baru (beda dari bahasa Barat yang baru ganti satuan di "juta"!)

Begitu lewat 10, semua angka cuma "digabung" dari puluhan+satuan (mirip cara kita ngomong dalam bahasa Indonesia). Yang perlu diperhatikan cuma titik ganti "satuan besar" — Jepang ganti satuan di tiap kelipatan 10.000 (万, man), BUKAN di kelipatan 1.000.000 (juta) kayak yang biasa kita pakai. Ini kenapa harga yang gede di Jepang (misal barang seharga 50.000 yen) sering disebut sebagai "5万円" (go-man en), bukan dipecah jadi puluhan-ribu kayak logika bahasa Indonesia.

Counter (josūshi) yang paling sering keluar di N5

Ini bagian intinya: setiap JENIS benda punya "kata bantu hitung" sendiri yang HARUS dipasang bareng angka. Gak bisa cuma bilang angka doang kalau lagi menghitung benda spesifik.

CounterDipakai untuk
人 (nin)Orang
Benda generik (lihat tabel angka asli di atas)
個 (ko)Benda kecil/bulat (permen, telur, dll)
本 (hon)Benda panjang & silinder (pulpen, botol, pohon, payung)
枚 (mai)Benda tipis/datar (kertas, tiket, baju, piring)
台 (dai)Mesin, kendaraan, elektronik (mobil, komputer, TV)
冊 (satsu)Buku, majalah, benda yang dijilid
杯 (hai)Isi gelas/cangkir (air, kopi, mie dalam mangkuk)
階 (kai)Lantai bangunan
歳/才 (sai)Umur seseorang
⚠️ Perhatikan: beberapa counter mengubah bunyi angka di depannya demi kemudahan pengucapan (contoh: 1+本 = いっぽん bukan "いちほん", 3+本 = さんぼん bukan "さんほん", 3+杯 = さんばい bukan "さんはい"). Ini BUKAN kesalahan pengucapan — memang aturannya begitu, dan sayangnya harus dihafal per-counter, bukan bisa ditebak polanya secara umum. Cara paling gampang: hafal urutan 1-10 utuh per counter yang sering kamu pakai, jangan coba nyusun sendiri dari angka + counter secara terpisah.
Durasi waktu — beda dari "titik waktu"

Ini beda dari jam/tanggal (yang nunjuk satu titik waktu) — durasi nunjuk BERAPA LAMA sesuatu berlangsung. Biasanya ditambah 間 (kan) di belakang counter waktu.

DurasiArti
Jamselama 1 jam
Hariselama 2 hari
Mingguselama 1 minggu
Bulanselama 3 bulan
Tahunselama 2 tahun

Bedanya dari titik waktu: "3時に" (pada jam 3, pakai に karena titik waktu) vs "3時間" (selama 3 jam, tanpa に karena ini durasi/rentang, bukan titik).

Membaca Tanggal & Jam

Bagian ini sering dianggap paling ribet di N5 karena banyak pengecualian baca yang harus dihafal apa adanya, bukan sekadar gabung angka + kanji kayak pola biasa. Tapi begitu dihafal, ini kepake terus sehari-hari jadi worth it banget diinvestasikan waktunya.

Hari dalam seminggu — polanya rapi, tinggal hafal 1 pola
Hari
Senin
Selasa
Rabu
Kamis
Jumat
Sabtu
Minggu

Semua hari pakai pola [kanji unsur alam] + 曜日 (youbi). Kalau kamu udah hafal kanji dasar (月火水木金土日) dari tab Belajar, bagian ini otomatis gampang karena tinggal nempelin 曜日 di belakangnya.

Tanggal 1-10 dalam sebulan (TIDAK beraturan, wajib hafal luar kepala satu-satu)
TanggalTanggal
1 (一日)6 (六日)
2 (二日)7 (七日)
3 (三日)8 (八日)
4 (四日)9 (九日)
5 (五日)10 (十日)

Tanggal 11 ke atas ikut pola beraturan angka+か (じゅういちにち=11, じゅうににち=12, dst), KECUALI 3 tanggal ini yang tetap pakai pola tidak beraturan: 14 (じゅうよっか), 20 (はつか — sama sekali beda dari pola manapun!), dan 24 (にじゅうよっか). Ini kenapa tanggal 1-10 disebut paling wajib dihafal duluan — pola yang sama juga muncul lagi di tanggal-tanggal khusus itu.

Bulan — jauh lebih sederhana, cuma 3 pengecualian

Bulan cukup pakai pola: angka + 月 (がつ, gatsu). Contoh: 1月=いちがつ (Januari), 2月=にがつ (Februari), dst. Cuma ada 3 pengecualian bunyi yang perlu diinget:

BulanBukan
4月 (April)bukan よんがつ
7月 (Juli)bukan なながつ
9月 (September)bukan きゅうがつ

Selain 3 pengecualian di atas, SEMUA bulan lain pakai angka standar tanpa perubahan — jauh lebih ringan dibanding bagian tanggal.

Jam (~時) dan menit (~分)
JamMenit
1時1分
4時3分
7時4分
9時6分
半 (setengah)10分

Jam relatif gampang (cuma 3 pengecualian: 4,7,9), tapi menit lebih ribet karena hampir semua angka mengalami perubahan bunyi kecil demi kelancaran ucapan (mirip pola yang sama kayak counter 本/杯 di bagian Angka & Satuan). Kabar baiknya: pola perubahan menit ini mirip-mirip sama pola counter lain yang udah kamu pelajari, jadi kalau counter tadi udah lumayan kebiasa, bagian ini bakal terasa familiar.

Menyebut hari ini/kemarin/besok
Indonesia
Kemarin
Hari ini
Besok
Pagi ini / tadi pagi
am (pagi-siang) / pm (siang-malam)
💡 Tips: Jangan coba hitung sendiri pengecualian di atas pakai logika — semuanya memang harus dihafal apa adanya, gak ada rumus rahasia buat nebaknya. Cara paling efektif: latihan ngomong jam & tanggal beneran tiap hari (coba jawab sendiri: jam berapa sekarang? tanggal berapa hari ini?) sampai reflek keluar otomatis, bukan cuma baca tabel sekali lalu lupa besoknya.

Format Ujian JLPT N5

JLPT (Japanese-Language Proficiency Test) N5 adalah level paling dasar dari 5 level JLPT (N5 s/d N1). Ujian terbagi jadi 3 sesi, dan pola tipe soalnya (disebut mondai) relatif konsisten dari tahun ke tahun — cuma kosakata/kalimatnya yang berganti tiap periode ujian.

① Moji-Goi (文字・語彙)Huruf & Kosakata, sekitar 25 menit. Fokus: baca kanji, tulis kanji, kosakata, penggunaan kata.
② Bunpou-Dokkai (文法・読解)Tata Bahasa & Membaca, sekitar 50 menit. Fokus: partikel, susunan kalimat, pemahaman bacaan.
③ Chōkai (聴解)Mendengarkan, sekitar 30 menit. Fokus: memahami percakapan pendek lewat audio.

Total waktu ujian sekitar 105 menit. Meski soalnya dibagi 3 sesi/buku soal, nilai yang dihitung cuma ada 2 kelompok: "Pengetahuan Bahasa (Kosakata+Tata Bahasa) + Membaca" digabung jadi satu nilai (maksimal 120), dan "Mendengarkan" jadi nilai terpisah (maksimal 60) — jadi total maksimal 180. Untuk LULUS, kamu harus penuhi 2 syarat SEKALIGUS: (1) nilai total minimal 80/180, DAN (2) nilai minimal di tiap kelompok — sekitar 38/120 untuk Pengetahuan Bahasa+Membaca, dan sekitar 19/60 untuk Mendengarkan. Jadi walau nilai totalmu tinggi, kalau salah satu kelompok di bawah ambang minimum, tetap dinyatakan tidak lulus. Angka pastinya bisa berubah, selalu cek jlpt.jp untuk info terbaru sebelum ujian.

JFT-Basic — beda dari JLPT N5, sering disalahpahami sama

Kalau tujuan belajarmu buat kerja di Jepang lewat visa Tokutei Ginō / Specified Skilled Worker (SSW), kemungkinan besar tes yang dicari adalah JFT-Basic (Japan Foundation Test for Basic Japanese), BUKAN JLPT N5 — walau keduanya sering disamakan. Ini beda pentingnya:

Aspek
Tujuan utamaSertifikasi umum kemampuan bahasaSyarat visa kerja SSW (Tokutei Ginō)
Level CEFR kira-kiraA1 (paling dasar)A2 (sedikit di atas N5, lebih dekat ke N4)
FormatKertas/paper-based, 2x setahunKomputer (CBT), lebih sering (~6x setahun)
Struktur soal3 sesi: Moji-Goi, Bunpou-Dokkai, Chōkai4 bagian: Kosakata&Tata Bahasa, Percakapan&Ekspresi, Mendengarkan, Membaca — semua dalam 1 sesi ±60 menit
HasilSkor 0-180 + lulus/tidakLulus/tidak (tanpa rincian skor detail ke peserta)

Kabar baiknya: semua materi di aplikasi ini (hiragana, katakana, kanji dasar, kosakata, tata bahasa) adalah FONDASI yang dipakai di kedua tes ini — jadi belajar di sini tetap berguna buat keduanya. Bedanya cuma di FORMAT soal dan sedikit CAKUPAN (JFT-Basic sedikit lebih luas karena mendekati level N4). Kalau target kamu JFT-Basic, setelah lancar semua materi N5 di sini, lanjutkan belajar sedikit materi N4 dan biasakan diri dengan format CBT (ujian di layar komputer, bukan kertas) lewat contoh soal resmi di situs jpf.go.jp/jft-basic.

⚠️ Contoh soal di bawah ini dibuat ulang mengikuti gaya & pola soal asli JLPT N5 (bukan salinan soal ujian resmi tahun tertentu), supaya kamu paham bentuk pertanyaannya. Klik salah satu pilihan buat lihat pembahasannya.
MONDAI 1 · Cara Baca Kanji

Pilih cara baca hiragana yang tepat untuk kanji yang digarisbawahi.

わたしは 毎日 がっこうへ いきます。
Jawaban: 2. まいにち. 毎日 = "setiap hari". まいねん (毎年=setiap tahun), まいしゅう (毎週=setiap minggu), まいつき (毎月=setiap bulan) adalah kata mirip yang sering jadi pengecoh.
MONDAI 2 · Menulis Kanji

Pilih kanji yang tepat untuk kata yang ditulis dengan hiragana.

きょう は げつようび です。
Jawaban: 1. 月曜日 (Senin). Kanji hari sering keluar bareng — pastikan hafal urutan 月火水木金土日 sekaligus, bukan satu-satu.
MONDAI 3 · Kosakata dalam Konteks

Pilih kata yang paling tepat untuk mengisi bagian kosong.

あついですから、まどを(  )ください。
Jawaban: 2. あけて (dari 開ける = membuka). Karena "panas" (あつい), maka jendela dibuka, bukan ditutup (しめる=1) — logika konteks kalimat kunci di soal jenis ini.
MONDAI 4 · Partikel & Tata Bahasa

Pilih partikel yang tepat untuk mengisi bagian kosong.

わたし(  )まいあさ コーヒー を のみます。
Jawaban: 2. は. Menandai "わたし" sebagai topik/subjek kalimat. を dipakai untuk objek (コーヒーを), jadi nggak cocok dipakai dua kali di kalimat yang sama untuk peran berbeda.
MONDAI 5 · Pemahaman Bacaan Pendek

Baca teks pendek, lalu jawab pertanyaan berdasarkan isinya.

きのう、わたしは ともだち と こうえんで あいました。てんきが よかったですから、いっしょに おべんとうを たべました。

Q: きのう、なにを しましたか。
Jawaban: 2. Teks bilang "bertemu teman di taman" dan "makan bekal bersama" — kuncinya cari kata kerja utama & siapa pelakunya, bukan menerka dari kata yang familiar saja.
MONDAI 6 · Susunan Kalimat

Susun potongan kata jadi kalimat yang benar, lalu tentukan kata yang tepat ada di posisi bintang (★).

つくえの ___ ★ ___ あります。
1. うえに 2. ペン 3. が
Susunan lengkap yang benar: つくえの うえに ペンが あります (Ada pena di atas meja). Urutan potongannya: うえに → ペン(★) → が, jadi kata di posisi bintang adalah "2. ペン". Kunci soal jenis ini: susun dulu seluruh kalimatnya di kepala/coretan, baru cek kata mana yang jatuh persis di posisi ★-nya.
MONDAI 7 · Tata Bahasa dalam Paragraf

Baca paragraf pendek, lalu pilih kata yang tepat untuk bagian yang kosong.

わたしは まいあさ 6じに おきます。それから、はを みがきます。8じに いえ(  )でます。
Jawaban: 2. を. Kata kerja でる/でます (keluar) memakai partikel を untuk menandai titik keberangkatan (いえを でます = keluar dari rumah) — meski terkesan aneh karena bukan "objek" dalam arti biasa, ini pola tetap yang wajib dihafal per kata kerja, bukan diterjemahkan harfiah dari partikelnya.
CHŌKAI (聴解) · Format Listening

Nggak ada teks tertulis di soal — semua instruksi & percakapan diputar lewat audio. Ada 4 jenis soal:

  • Mondai 1 (課題理解) — dengar percakapan, lalu pilih tindakan apa yang harus dilakukan selanjutnya (biasanya ada gambar pilihan)
  • Mondai 2 (ポイント理解) — dengar percakapan lebih panjang, fokus cari 1 informasi spesifik (alasan, waktu, tempat)
  • Mondai 3 (発話表現) — lihat gambar situasi, pilih ucapan yang paling tepat untuk situasi itu
  • Mondai 4 (即時応答) — dengar 1 kalimat pendek, langsung pilih respons yang paling natural dari 3 pilihan
🎧 Karena listening cuma diputar sekali/dua kali dan nggak bisa diulang saat ujian asli, latihan paling efektif adalah dengarkan audio N5 sambil jangan baca transkripnya duluan — biar telinga terbiasa nangkep tanpa bantuan teks.
Strategi umum menjelang ujian
  • Kuasai hiragana & katakana 100% dulu — ini fondasi, semua soal lain bakal lebih lambat kalau masih mikir cara baca huruf dasarnya
  • Untuk Moji-Goi, hafal kanji lewat kata majemuk, bukan satu-satu lepas
  • Untuk Bunpou, jangan cuma hafal partikel — latihan bikin kalimat sendiri pakai partikel itu
  • Untuk Dokkai, baca pertanyaannya dulu sebelum baca teks panjang, biar tahu apa yang harus dicari
  • Untuk Chōkai, biasakan dengar audio Jepang tiap hari meski sedikit — telinga butuh waktu buat terbiasa, nggak instan
📌 Soal asli tiap periode ujian nggak dipublikasikan resmi oleh JEES/Japan Foundation (hak cipta mereka), jadi cara paling efektif buat "lihat pola dari tahun ke tahun" adalah kerjakan banyak soal contoh dengan pola yang sama seperti di atas, sambil pastikan dasar hiragana-katakana-kanji N5 kamu sudah kuat duluan. Kalau sudah lancar semua kanji & kosakata di tab Belajar, coba soal kuis campuran di tab Kuis buat simulasi lebih random.

🎓 Materi Tambahan: Jembatan N5 → N4

Semua materi di atas (kana, kanji dasar, kosakata & tata bahasa Bab 1–50) sudah cukup buat lulus N5 dan JFT-Basic A2. Tapi supaya kamu nggak kaget pas lanjut ke N4, berikut beberapa pola tata bahasa dan kosakata penting yang sering dianggap "materi peralihan" — sering muncul di soal N5 tingkat lanjut maupun ancang-ancang N4. Bagian ini pelengkap, bukan pengganti Bab 1–50.

1. Bentuk Kamus (辞書形 / jishokei)

Selama ini kamu belajar kata kerja dalam bentuk sopan ~ます (masu-kei). Bentuk kamus adalah bentuk "polos/asli" kata kerja, dipakai untuk bicara santai ke teman/keluarga, dan jadi dasar untuk banyak pola N4 (misalnya ~ことができる, ~まえに, ~とき).

KelompokBentuk ~ますBentuk KamusArti
Grup 1 (u-verb)menulis
Grup 1 (u-verb)membaca
Grup 2 (ru-verb)makan
Grup 2 (ru-verb)melihat
Grup 3 (tak beraturan)melakukan
Grup 3 (tak beraturan)datang
2. Bentuk Nai(ない形)— menyatakan "tidak"

Lawan dari bentuk kamus. Dipakai untuk larangan (~ないでください), kewajiban (~なければなりません), dan banyak pola N4 lain.

💡 のみます → のまない (tidak minum) · たべます → たべない (tidak makan) · します → しない · きます → こない
3. Bentuk Potensial(可能形)— "bisa melakukan"

Menyatakan kemampuan, mirip "bisa/mampu" dalam bahasa Indonesia. Contoh: にほんごを はなすことができます (bisa berbicara bahasa Jepang), atau bentuk singkatnya はなせます.

4. Bentuk Pengandaian(〜たら/〜ば/〜なら)

Tiga cara utama bilang "kalau/jika" di bahasa Jepang, masing-masing beda nuansa:

PolaContohNuansa
〜たらpengandaian umum, sering dipakai sehari-hari
〜ばlebih formal, sering untuk syarat/nasihat
〜ならmenanggapi topik yang baru disebutkan lawan bicara
5. Pasif & Kausatif Dasar(受身形・使役形)

Bentuk pasif (di-...) contoh: せんせいに しかられました (dimarahi guru). Bentuk kausatif (menyuruh/membiarkan) contoh: こどもに やさいを たべさせます (menyuruh anak makan sayur). Dua pola ini sering jadi materi awal N4.

6. Mengutip Dugaan & Berita(〜そうです/〜ようです/〜らしいです)
PolaDipakai untukContoh
〜そうですdugaan dari penampilan/kesan langsung
〜ようですdugaan berdasar bukti/pengamatan sendiri
〜らしいですberdasarkan info/kabar dari orang lain
7. Pengantar Keigo(敬語)— bahasa hormat

Di N4/N5 kamu cukup kenal dulu bahwa keigo terbagi jadi sonkeigo (meninggikan lawan bicara, dipakai untuk atasan/tamu) dan kenjougo (merendahkan diri sendiri). Contoh paling umum: いらっしゃいます (bentuk hormat dari "ada/datang/pergi"), まいります (bentuk merendah dari "pergi/datang").

Kosakata tambahan level N4 yang sering muncul
Kanji/KanaCara bacaArti
けいけんpengalaman
じゅんびpersiapan
せつめいpenjelasan
しゅうかんkebiasaan
きかいkesempatan
さいきんakhir-akhir ini
ざんねんsayang sekali
こしょうrusak (mesin/alat)
にあうcocok/pas (pakaian dsb.)
ふえるbertambah
へるberkurang
そだてるmembesarkan/merawat
どりょくusaha keras
せいかつkehidupan sehari-hari
かんきょうlingkungan
そうだんkonsultasi/berunding
かくにんkonfirmasi/memastikan
しっぱいkegagalan
せいこうkeberhasilan
きんちょうgugup/tegang
📌 Materi ini sengaja ditaruh terpisah dari kosakata Bab 1–50 supaya urutan belajar Minna no Nihongo kamu nggak terganggu. Kuasai dulu semua Bab 1–50 sampai lancar, baru pelajari bagian ini sebagai jembatan sebelum lanjut ke buku/materi N4 penuh.

Ringkasan Cepat (Contekan Sebelum Ujian)

Kalau udah baca semua bagian di atas dan cuma butuh review kilat, ini rangkumannya dalam satu tempat:

  • Hiragana/Katakana — 46 dasar tiap sistem + dakuten(゛)/handakuten(゜) + yōon (gabungan kecil ゃゅょ). っ kecil = tahan konsonan berikutnya. Garis panjang di katakana pakai ー, di hiragana pakai huruf vokal tambahan.
  • は dibaca "wa" kalau jadi partikel topik, へ dibaca "e" kalau jadi partikel arah, を dibaca "o" selalu sebagai partikel objek.
  • Kanji — onyomi (baca gabungan Tionghoa) dipakai pas kanji digabung kanji lain; kunyomi (baca asli Jepang) dipakai pas kanji sendirian + okurigana hiragana.
  • Urutan kalimat = SOV: Topik(は/が) → Objek(を) → Kata kerja di paling akhir.
  • partikel kunci: は=topik, が=subjek/info baru, を=objek, に=waktu/tujuan, で=tempat aksi/alat, の=kepemilikan, と=dan/bersama, も=juga.
  • います = ada (makhluk hidup), あります = ada (benda mati).
  • Kata kerja ~ます: positif sekarang/akan ~ます, negatif ~ません, lampau ~ました, negatif lampau ~ませんでした.
  • Kata sifat -i (contoh おおきい) konjugasi sendiri: negatif→~くない, lampau→~かった. Kata sifat -na (contoh げんき) ikut pola です, dan butuh な kalau nempel ke kata benda (げんきな ひと).
  • Bentuk ~te (kunci pola lanjutan): Ichidan buang る+て, Godan berubah tergantung akhiran (う/つ/る→って, む/ぶ/ぬ→んで, く→いて, ぐ→いで, す→して). Dipakai buat ~てください, ~ています, ~てもいいです, ~てはいけません.
  • Ajakan: ~ましょう (ayo) dan ~ませんか (mau gak...?) — tinggal ganti akhiran ~ます.
  • すき/きらい/じょうず/へた/わかる pakai partikel が, BUKAN を (にほんごが すきです, bukan にほんごを すきです).
  • あげます = saya kasih ke orang lain, くれます = orang lain kasih ke SAYA, もらいます = saya menerima dari siapa pun.
  • できます (bisa) juga pakai が, bukan を. なにか/だれか/どこか = sesuatu/seseorang/suatu tempat (belum pasti); なにも/だれも/どこも + negatif = tidak apa-apa/tidak ada siapa-siapa/tidak ke mana-mana.
  • Perbandingan: A は B より [sifat] です (A lebih [sifat] dari B).
  • Angka asli (ひとつ-とお) buat benda generik 1-10. Angka+counter (人,個,本,枚,台,冊,杯,歳) buat benda spesifik — bunyi sering berubah demi kelancaran ucapan, hafal per counter.
  • Tanggal 1-10 gak beraturan (ついたち,ふつか,みっか...), plus pengecualian 14/20/24. Bulan beraturan kecuali 4月(しがつ)/7月(しちがつ)/9月(くがつ). Jam beraturan kecuali 4時(よじ)/7時(しちじ)/9時(くじ).
  • Struktur ujian JLPT N5: Moji-Goi/Bunpou-Dokkai (gabung ~90-105 menit tergantung periode) + Chōkai (~30 menit). Nilai minimal tiap bagian + nilai total harus tercapai bersamaan, gak cukup cuma nilai total tinggi doang.
🎯 Cetak/screenshot bagian ini kalau perlu, cocok buat direview cepat malam sebelum ujian atau pas lagi nunggu di ruang tunggu ujian.

Tabel Interaktif

Klik huruf atau kanji mana pun untuk dengar bacaannya dan tandai sudah hafal.

Hiragana — Gojūon

Hiragana — Dakuten & Handakuten

Hiragana — Yōon

Kosakata — Minna no Nihongo (Bab 1–50)

Kata-kata mengikuti urutan bab ala Minna no Nihongo I & II. Klik untuk dengar dan tandai hafal.

Tata Bahasa — Minna no Nihongo (Bab 1–50)

Pola kalimat & partikel disusun mengikuti urutan bab ala Minna no Nihongo I (dasar) & II (lanjutan).

Kosakata JFT-Basic A2

Kosakata situasional level A2 — cocok untuk persiapan JFT-Basic (ujian bahasa untuk visa Tokutei Ginou / SSW), mencakup situasi kerja, administrasi, tempat tinggal, dan keadaan darurat.

Pola Kalimat JFT-Basic A2

Pola tata bahasa & kalimat situasional level A2 yang sering keluar di JFT-Basic, mencakup situasi kerja, administrasi, tempat tinggal, dan keadaan darurat.

Kanji Tambahan N4

35 kanji jembatan N5 → N4 yang belum masuk daftar Bab 1–50, sering muncul dalam kosakata seperti 準備、確認、相談、希望、性格.

Kanji Tambahan N4 (35 kanji)

Kosakata Tambahan N4

93 kata jembatan dari N5 menuju N4 — kosakata yang sering muncul begitu kamu lulus Bab 1–50, sebelum masuk buku N4 penuh. Dikelompokkan per tema: perasaan, perubahan, kehidupan sosial, pekerjaan, kata sambung, sifat, dan lainnya.

Tata Bahasa Tambahan N4

30 pola penting yang jadi jembatan dari N5 ke N4: bentuk kamus, bentuk nai, potensial, pengandaian (~tara/~ba/~nara), pasif, kausatif, ~sou/~you/~rashii, keigo dasar, ~noni, ~bakari, ~wake da, ~hazu da, ~kamoshirenai, ~nichigainai, ~youni suru/naru, ~sugiru, ~yasui/nikui, dan kata kerja majemuk mulai/selesai/lanjut.

Simulasi Ujian

📝 Simulasi Harian — 50 Soal
Soal ala format asli JFT-Basic & JLPT N5. Urutan soal dan posisi pilihan jawaban diacak ulang otomatis tiap hari, jadi latihanmu nggak akan hafal urutan doang.
Skor: 0 / 50 Dijawab 0/50
🎯 Fokus: kosakata & situasi kerja/kehidupan sehari-hari ala JFT-Basic (visa Tokutei Ginou/SSW). Klik salah satu jawaban tiap soal, lalu cek penjelasannya.
0/50
Selesai! Kerja bagus 🎉

Kartu Flash

Klik kartu untuk membalik, lalu tandai apakah kamu sudah hafal.

Kartu 1 / 46
a
hiragana
Klik kartu untuk membalik

Latihan Menulis

Tulis mengikuti bayangan panduan pakai mouse atau jari di layar sentuh.

Karakter 1 / 46
Coba tulis karakter ini mengikuti bayangan panduan

Kuis

Pilih mode dan cakupan soal, lalu mulai. Jawaban benar dapat XP.

Mode Soal
Cakupan Soal
Jumlah Soal

Latihan Kalimat

Baca contoh kalimatnya, lalu tebak pola tata bahasa mana yang dipakai. Soal diambil dari 250+ pola di Panduan.

Cakupan Soal
Jumlah Soal

Progres Belajar

Semua data tersimpan otomatis di penyimpanan browser ini.

1
Level
0
Sesi Kuis
0%
Akurasi
0
Total Hafal

Aktivitas 7 Hari Terakhir

Peta Penguasaan Hiragana

Peta Penguasaan Katakana

Peta Penguasaan Kanji N5

Peta Penguasaan Kosakata

Belum dicoba Masih sulit Sedang belajar Hampir hafal Sudah hafal

Pencapaian

Backup Progres

Simpan progresmu sebagai file, atau pulihkan dari file backup sebelumnya.

Waktu Istirahat ☕

67 kartu — sejenak rehat dari hafalan dengan fakta unik, peribahasa (kotowaza), trivia bahasa, dan trivia makanan seputar Jepang.

Fakta Unik
🗾
Memuat…

Kartu dilihat: 0

Pengaturan

Atur tampilan teman belajarmu di sini.

Cara pasang foto teman belajar — gambar karakter anime tidak disertakan langsung di kode ini (hak cipta), jadi ada 2 cara pasang sendiri:
  1. Taruh file 1.jpg s/d 6.jpg di folder avatars tepat di sebelah file HTML ini (kepake otomatis kalau ada).
  2. Atau klik Ganti Foto di bawah, lalu tempel link URL gambar — ini kesimpen di penyimpanan browser HP/PC kamu sendiri.
Kalau dua-duanya nggak ada, otomatis muncul kotak inisial warna sebagai ganti.
a
hiragana